KEDIRI – Masyarakat Kediri kini memiliki pilihan layanan kesehatan mata dengan fasilitas pemeriksaan lengkap dan penanganan berbagai penyakit mata melalui kehadiran JEC Java Kediri.
Klinik yang mulai beroperasi pada 19 Oktober 2026 ini menghadirkan layanan dokter spesialis dan subspesialis mata untuk memudahkan masyarakat mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.
Kehadiran JEC Java Kediri tidak hanya ditujukan untuk melayani pasien dengan gangguan penglihatan umum, tetapi juga menangani berbagai kasus mata yang membutuhkan pemeriksaan dan tindakan lebih spesifik. Dengan demikian, masyarakat Kediri dan sekitarnya diharapkan tidak perlu selalu bepergian ke luar kota untuk mendapatkan layanan kesehatan mata.
Kepala Klinik JEC Java Kediri, dr. Seravina Adila Izzati, Sp.M, mengatakan, kehadiran klinik tersebut ingin memberikan akses layanan kesehatan mata yang lebih dekat sekaligus memperkenalkan fasilitas yang tersedia kepada masyarakat.
“Karena itu, kami menjangkau masyarakat dengan mengadakan bakti sosial gratis. Kami ingin memperkenalkan bahwa kami hadir di sini dengan layanan kesehatan mata yang lengkap, sehingga akses masyarakat Kota Kediri dan sekitarnya menjadi lebih mudah,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu keunggulan JEC Java Kediri terletak pada ketersediaan dokter dengan bidang keahlian yang beragam. Saat ini, klinik tersebut memiliki tujuh dokter, dengan lima dokter di antaranya telah memiliki keahlian subspesialis. Pengembangan layanan subspesialis lainnya juga direncanakan untuk memperluas cakupan penanganan pasien.
Sejumlah layanan yang tersedia meliputi penanganan glaukoma, retina, serta katarak dan lensa. Untuk kasus retina, pasien dapat menjalani pemeriksaan maupun tindakan tertentu, seperti laser dan injeksi anti-VEGF, termasuk untuk menangani komplikasi mata akibat diabetes.
Sementara itu, pada layanan glaukoma, JEC Java Kediri menyediakan tindakan filtrasi glaukoma hingga pemasangan implan glaukoma sesuai indikasi medis. Adapun layanan katarak dilengkapi pilihan lensa, mulai dari monofokal, EDOF (extended depth of focus), lensa torik, hingga multifokal dan multifokal torik.
Direktur JEC Java Kediri, dr. Devi Putri Swadayani, Sp.M, menjelaskan bahwa kelengkapan fasilitas pemeriksaan menjadi salah satu upaya untuk mendukung diagnosis dan penanganan pasien secara lebih menyeluruh.
Fasilitas tersebut mencakup pemeriksaan OCT mata, foto fundus, perimetri untuk evaluasi glaukoma, OCT glaukoma, spekular mikroskop, serta topografi kornea. Pemeriksaan tersebut dapat digunakan sesuai kebutuhan pasien, termasuk untuk evaluasi awal sebelum menjalani prosedur LASIK.
“Untuk konsultasi umum, biayanya sekitar Rp150 ribu. Namun, apabila diperlukan pemeriksaan lanjutan, ada pemeriksaan diagnostik komprehensif yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien,” jelas dr. Devi.
Selain layanan kesehatan mata, JEC Java Kediri juga menyediakan layanan optik dengan pilihan lensa untuk berbagai kebutuhan. Salah satunya adalah lensa miopia kontrol bagi anak-anak yang dirancang untuk membantu memperlambat perkembangan rabun jauh atau minus, melalui mekanisme optik khusus.
Klinik ini juga membuka layanan bagi pasien umum dan secara bertahap menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan asuransi. Untuk masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan mata sebagai persyaratan masuk sekolah kedinasan, JEC Java Kediri menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan awal atau pre-LASIK.
Pasien yang memenuhi kriteria medis untuk menjalani LASIK selanjutnya dapat diarahkan melalui jalur layanan terintegrasi ke JEC Java Surabaya untuk pelaksanaan prosedur tersebut.
Melalui layanan yang tersedia, JEC Java Kediri berharap masyarakat dapat memperoleh akses pemeriksaan dan penanganan kesehatan mata yang lebih dekat, tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Surabaya atau kota lainnya.
“Bagi kami, kesehatan mata bukan hanya tentang bagaimana seseorang bisa melihat dengan jelas. Ketika penglihatan lebih baik, kualitas hidup seseorang juga diharapkan meningkat,” tutur dr. Seravina.
Sebagai bagian dari pengenalan layanan kepada masyarakat, JEC Java Kediri juga menggelar kegiatan bakti sosial berupa operasi katarak gratis. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan penanganan katarak, sekaligus memperluas akses terhadap layanan kesehatan mata.
“Dengan dukungan fasilitas pemeriksaan, tenaga medis, dan layanan subspesialis, JEC Java Kediri berupaya menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam menjaga kesehatan mata, mulai dari pemeriksaan rutin hingga penanganan gangguan mata yang memerlukan tindakan lebih lanjut,” pungkasnya.
